Cesc Fabregas

Cesc Fabregas, Young Gun Spanyol Yang Mendunia

Spanyol memang memiliki segudang pemain hebat yang mampu menorehkan berbagai prestasi gemilang. Salah satunya yang dinilai aset emas negara Matador itu adalah Cesc Fabregas, pemain gelandang tengah yang sudah malang melintang di beberapa klub besar dan mematrikan diri sebagai salah satu pemain hebat saat usianya masih muda, bahkan dia sempat dijuluki Young Gun dari Spanyol.

Perjalanan Karir Sepak Bola Yang Memukau

Young Gun Spanyol

Terlahir dari keluarga berada, pemain bernama lengkap Francesc Fabregas Soler berdasarkan agen bola merupakan anak pengusaha properti dan pengusaha kue ternama di daerah asalnya Arenys de Mar Spanyol. Dia memulai karir sepakbola saat berusia delapan tahun saat dimasukkan ke dalam akademi sepakbola bernama CE Mataro oleh sang kakek.

Pada tahun 1997 dia menapakkan kaki di akademi milik Barcelona La Masia, di sana Fabregas menjadi satu tim  dengan dua pemain inti Barcelona saat ini yaitu Gerard Pique dan Lionel Messi. Sayangnya selama enam tahun di sana, dia tak kunjung berkesempatan masuk tim inti FC Barcelona muda, dan akhirnya memutuskan hijrah ke Arsenal dan mulai memperlihatkan kualitas bermain terbaiknya.

Selama bersama Arsenal informasi bola menjabarkan bahwa dia pernah menjabat Kapten tim dan mencetak 57 gol dari 303 permainan di segala kompetisi lokal hingga internasional. Tahun 2011 dia memutuskan untuk menerima pinangan Barcelona dan memulai debutnya bersama Lionel Messi cs. Penampilannya semakin memukau dan memenangkan sejumlah gelar hingga tahun 2014.

Perjalanan karirnya berlanjut ke Liga Inggris lagi ketika Chelsea merekrutnya tahun 2014, di sana dia juga banyak menyumbangkan gol gemilang tercatat 22 gol dihasilkannya dari 198 pertandingan sebelum akhirnya hengkang ke AS Monaco awal tahun 2019 lalu dan menjadi salah satu pemain inti di bawah kepelatihan mantan rekan satu timnya di Arsenal yaitu Thierry Henry.

Prestasi Yang Selalu Diingat

Saat ini memang nama Fabregas tak segemilang dahulu saat usianya masih belia, namun setidaknya selama malang melintang menggocek bola beberapa prestasi prestisius berhasil dikantonginya. Informasi tentang bola menyebutkan dia pernah menerima sepatu emas tahun 2003 sekaligus bola emas di tahun yang sama.

Selain itu dia juga masuk dalam tim terbaik UEFA tahun 2006 dan 2008 karena kepiawaiannya mengoper bola dan menjadi playmaker di berbagai pertandingan. bersama Arsenal dia juga membukukan diri sebagai pemain termuda The Gunners di usia 16 tahun dan pencetak gol termuda Liga Champion saat Arsenal melawan Rosenborg 5-1 tahun 2003.

Pada masa kejayaannya di awal tahun 2000an silam, Fabregas sempat diprediksi menjadi salah satu pemain gelandang paling mematikan. Bahkan dari informasi bola yang beredar dia masuk daftar gelandang terbaik yang pernah ada, sayang beberapa tahun terakhir performanya turun. Tapi setidaknya prestasi pemain 32 tahun itu bisa jadi referensi positif bagi kamu yang ingin jadi pemain bola handal.

Ibra Ke AC Milan

Fakta Menarik Seputar Comeback Ibra Ke AC Milan

Setelah menerima lagi pinangan mantan timnya AC Milan, Zlatan Ibrahimovic dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi performa Rossoneri musim ini.

Hal ini tak lepas dari informasi bola seputar fakta menarik pemain asal Swedia tersebut saat masih berseragam Milan tujuh tahun lalu dan konsistensinya selama berpetualang di sejumlah klub-klub ternama dunia.

5 Fakta Ini Tak Bisa Lepas Dari Sosok Ibra

ac milan kontrak ibra

Memang umurnya sudah 38 tahun saat ini, tapi kalau bicara soal performa dan kepiawaian Ibra di lapangan hijau tak perlu diragukan lagi. pantas saja jika banyak fakta menarik yang akan tersaji jika dia sudah mulai membela AC Milan musim ini.

Baik itu prediksi top skor hingga rayuan petinggi Milan yang jadi alasannya kembali setelah habis kontrak dengan klub asal Paman Sam LA Galaxy.

1. Top Skor

Pada era 2010 Ibra menjadi salah satu top skor bagi Rossonerri, bahkan walau hanya bermain dua musim dia mencatatkan hasil 42 gol yang jauh unggul ketimbang Balotelli yang hanya mengoleksi 27 gol, Bonaventura 29 gol dan Bacca sebanyak 31 gol. Saat ini kemungkinan jadi top skor masih terbuka lebar apalagi melihat peta kekuatan Milan masih melempem.

2. Motivator

Di manapun Ibra berada dia mampu memberikan motivasi maksimal bagi rekan satu timnya, lihat saja saat menjadi bagian Setan Merah, Barcelona hingga Timnas Swedia. Dari informasi bola yang beredar aura semangat akan ditularkan pemain berambut gondrong ini, sesuai dengan prediksi mantan rekan satu timnya Antonio Cassano.

3. Torehan Manis Di Ujung Karir

Umur boleh tak lagi muda, tapi kekuatan Ibra masih luar biasa, walau menurut mantan pelatih Barcelona Capello Ibra akan mampu menghasilkan banyak gold an menutup karirnya dengan manis bersama AC Milan.

4. Nomor Punggung 21

Selama merumput Ibra sudah pernah menggunakan berbagai nomor punggung, mulai dari nomor delapan hingga 11. Saat ini dia siap dengan nomor punggung 21 yang disediakan untuknya, dan informasi dari berbagai pengamat menilai nomor tersebut akan jadi tuah tersendiri untuk meningkatkan posisi AC Milan yang saat ini masih bertahan di posisi 11 klasemen sementara.

5. Dirayu Petinggi AC Milan

Kedatangan Ibra kembali ke Liga Italia bersama Milan bukanlah hal mudah, dua Direktur utama Rossonerri merupakan biang keladi semua itu. Mereka adalah Paolo Maldini selaku Direktur Teknik dan Zvonimir Boban yang menjabat Direktur Sepakbola. Bahkan rayuan kedua petinggi itu dilakukan intens selama tiga minggu sampai akhirnya Ibra tak berdaya dan luluh juga.

Akan seperti apa wajah baru AC Milan dengan kehadiran sosok Ibra di tengah skuat utama? Apakah sesuai dengan prediksi banyak orang yang terhimpun dalam  judi bola bahwa performa Rossonerri bakal melejit kembali? Atau malah sama saja seperti sebelum pemain asal Swedia itu mendarat kembali di Milan akhir Desember 2019 lalu? Hanya waktu yang bisa memberi kebenaran.

Mikel Arteta

Biografi Mikel Arteta, Sang Gelandang Favorit

Saat membuka situs berita bola, tentu akan terasa membosankan jika hanya update berita pertandingan terkini. Sesekali bisa pula melirik berita mengenai biografi dari pemain sampai manager tim sepak bola terkemuka. Bagi siapa saja yang menjadi fans bagi Mikel Arteta dijamin akan menggali lebih dalam artikel berita tentang sosoknya.

Mengenal sosok Arteta melalui perjalanan karirnya

Mikel Arteta arsenal

Lapangan hijau memang kurang menarik di tanah air, namun tidak dengan negara lain yang menaruh perhatian pada atlet sepakbola. Ada banyak bintang lapangan hijau yang kemudian dikenal publik dunia, salah satunya Mikel Arteta. Sosoknya mulai banyak diperbincangkan dan dilirik berkat sederet keahliannya menjebol gawang lawan.

Pria yang menempati posisi sebagai gelandang ini memiliki nama lengkap Mikel Arteta Amatrianin. Dilihat dari namanya mungkin beberapa orang sudah bisa menebak dimana kampung halaman pria kelahiran 26 Maret 1982 ini. Pemain gelandang yang akrab disapa Arteta ini lahir di Spanyol, tepatnya di San Sebastian.

Arteta memulai karirnya di lapangan hijau melalui tim Antiguoko hingga lepas atau lulus dari level junior. Selepas itu ia memutuskan untuk  bergabung di Barcelona, hanya saja disini kemampuannya kurang mendapat sorotan sehingga menjadikannya sulit masuk tim inti. Pada tahun 2000 Arteta kemudian dipinjamkan ke Paris Saint German untuk mengikuti Liga Perancis.

Ia kemudian bergabung di Rangers untuk memperkuat tim di dalam Liga Premier Skotlandia. Situs judi bola mencatat, karir Arteta mulai terlihat gemilang disini bahkan menjadi pemain favorit para fans Rangers.

Setelah menorehkan prestasi bersama Rangers hingga 2 musim berturut-turut, Arteta kemudian memutuskan untuk mudik ke kampung halaman. Langkah ini menggiringnya untuk masuk ke dalam tim Real Sociedad. Sayangnya bersama Real Sociedad, Arteta harus ikhlas mengalami dejavu karena belum pernah masuk tim inti. Sekali lagi ia kemudian dipinjamkan ke tim lain, yakni ke Everton di akhir musim 2004-2005.

Pada Juli tahun 2005 Arteta kemudian resmi masuk ke dalam Everton, dan keberuntungan kembali berpihak padanya. Musim 2005-2006 Arteta berhasil menyumbangkan banyak gol yang menjadikan Everton sukses meraih banyak kemenangan. Tak butuh waktu lama Arteta kemudian menjadi pemain favorit di Everton.

Selama bergabung di Everton, sosok Arteta sempat menerima banyak penghargaan seperti Player of The Match dan juga Player of The Year hingga 2 musim berturut-turut. Arteta sempat mengalami cedera perut di pertengahan musim 2007 yang memaksanya untuk vakum sejenak, baru di musim 2008 ia kembali beraksi di lapangan hijau meski mendapatkan cedera kembali dan kali ini di lutut.

Tahun 2011 lalu Arteta kemudian ditrasfer ke Arsenal karena memang kondisi Everton kurang bagus. Prestasi yang ditorehkannya selama berkarir di lapangan hijau membuatnya menjadi pemain yang diperhitungkan. Setelah berhenti sebagai pemain, kini Arteta menjadi pelatih bagi tim Arsenal. Setelah sebelumnya menjadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City. Arteta dikontrak oleh Arsenal sejak 20 Desember 2019  hingga 3,5 tahun ke depan.

Barca vs Espanyol

Jelang Derbi Catalan, Barca Dan Espanyol Lancarkan “Serangan”

4 Januari 2020 akan menambah panjang daftar pertemuan dua klub La Liga Spanyol Barcelona dan Sepanyol. Walaupun dari segi kualitas bermain keduanya ibarat langit dan bumi, namun tetap saja aroma peperangan menyelimuti kedua kubu.

Bahkan dari sejumlah berita bola Spanyol menyebutkan Los Cules dan Espanyol sudah saling serang sebelum pertandingan.

Serangan Media Sosial Hingga Pernyataan Kedua Kubu

Serangan diawali oleh kubu La Blaugrana yang mengunggah foto pelatih Espanyol Abelardo Fernandez saat masih berkostum Barca. Memang pada rentang tahun 1994 hingga 2002 pelatih tersebut pernah menjadi pemain inti Barca dan menyumbangkan 17 gol dari 257 pertandingan. Sontak saja banyak yang berspekulasi bahwa itu adalah ejekan untuk Espanyol, karena ada “darah” Barca di tubuh Abelardo.

Barca Dan Espanyol

Tak menunggu waktu lama Espanyol pun membalas serangan itu dengan mengunggah foto pelatih Barcelona Ernesto Valverde berbaut seragam Espanyol. Ya! Pelatih 49 tahun itu juga pernah membela Los Periquitos bahkan menjadi pelatih selama beberapa musim dan memberikan hasil maksimal pada kubu Espanyol.

Selain “serangan” melalui media sosial, pernyataan dari pemain kedua kubu juga menuai opini beragam, berita Spanyol menyebutkan ada beberapa pernyataan yang mengarah pada persiapan “perang” kedua tim. Dari kubu Barca beberapa pemain mengaku siap menambah koleksi kemenangan atas Espanyol, sedangkan sebaliknya siap menghalau serangan sebagai tim yang menjamu Messi cs.

Head To Head Derbi Catalan

Melihat statistik enam pertemuan terakhir kedua tim, Barcelona masih unggul dalam tiga laga dengan kemenangan telak, sedangkan Espanyol hanya menang dua kali dengan satu laga berakhir seri. Begitu juga dengan akumulasi pertandingan musim ini, Los Cules berhasil menang sebanyak 21 kali dan hanya kalah lima kali, sedangkan Los Periquitos hanya berhasil memenangkan 13 pertandingan dan 13 kalah.

Fakta dari klasemen sementara La Liga Spanyol juga menunjukkan bahwa Barcelona jauh lebih diunggulkan ketimbang Espanyol. Ohiomortgagedepo.com membuktikan bahwa saat ini Barca menjadi pemuncak klasemen dengan 38 poin dari 18 pertandingan, sedangkan Los Periquitos malah berada di urutan buncit dengan poin 18.

Espanyol boleh sedikit berbangga karena laga anyar di awal tahun 2020 diadakan di kandang mereka, sehingga pastinya akan mempengaruhi semangat pemain dalam mengeluarkan skill terbaik mereka. Ditambah pula dalam beberapa laga kandang sebelumnya anak asuh Elbardo ini mampu membekuk lawan dengan hasil cukup memuaskan.

Meskipun serangan sudah dilancarkan sebelum laga dan fakta dari berita bola dan sumber lainnya membuktikan bahwa Barcelona punya kesempatan menang lebih besar, namun Espanyol tetap tak bisa dipandang sebelah mata. Pertarungan di kandang Espanyol nanti akan menjadi saksi siapakah yang akan menjadi pemenang dalam perseteruan abadi dua klub liga teratas di Spanyol tersebut.

Alfath Fathier

Ternyata Ini 2 Alasan Terkuat Alfath Fathier Lebih Memilih Persija!

Memasuki TAHUN 2020, Alfath Fathier sudah resmi menggunakan seragam milik Persija. Melalui laman resmi, pemain berusia 23 tahun tersebut telah membeberkan alasannya mengapa Ia lebih memilih bergabung dengan Persija.

Berita Bola pun mendapatkan informasi bahwa ternyata alasan yang mendasari ada 2. Untuk alasan pertama karena keluarga, kemudian untuk alasan kedua karena ingin mencari sebuah tantangan. Untuk lebih jelasnya, baca saja informasi menarik seputar perpindahan Alfath Fathier di sini.

Penjelasan tentang alasan Alfath Fathier bergabung dengan Persija

Menurut info yang Ohiomortgagedepo.com peroleh, Keluarga menjadi alasan paling utama mengapa Ia bergabung dengan tim Persija mulai tahun 2020 ini. Selain itu Alfath pun merasa tertarik untuk menghadapi berbagai tantangan baru di Persija. Pasalnya dengan merasakan tantangan baru tersebut, Ia jadi memiliki tekad yang kuat untuk membawa timnya memperoleh banyak gelar juara di berbagai kompetisi. Dari pihak keluarga sangat mendukung Alfath untuk bergabung dengan Persija. Hal tersebut lah yang pada akhirnya membuat Alfath tidak pikir ulang untuk memutuskan hal penting itu.

Alfath Fathier ke persija

Begitu mendengar berita bahwa Alfath akan bergabung dalam Persija, banyak pihak yang merasa kaget. Bagaimana tidak, di Persija sudah terdapat 2 bek sayap yang selama ini menjadi andalan dan dibangga-banggakan oleh The Jakmania. Kedatangan Alfath tentu membuat para The Jakmania kaget dan menganggap bahwa Ismed dan Rezaldi merupakan saingan dari Alfath. Namun bagi Alfath, persaingan dalam dunia sepak bola sebenarnya tidak ada. Seluruhnya akan diserahkan kepada sang pelatih.

Entah itu akan berlatih selama 5 menit ataupun 10 menit, Ia mengaku sangat siap. Alfath mengaku bahwa suatu kebanggaan tersendiri dapat bergabung menjadi salah satu bagian dari tim Persija. Ia pun berharap bahwa setelah bergabung bersama Persija, Ia dapat memberikan performa terbaik. Sehingga kehadirannya tidak akan mengecewakan para The Jakmania. Sampai sekarang, Alfath memang sudah terkenal sebagai pemain sepak bola yang handal.

Tak heran Ia menjadi salah satu pemain sepak bola yang ikut meramaikan pertandingan Piala AFF tahun 2018. Di tim Persija, Alfath ini berada di posisi bek sayap. Ia mengaku bahwa posisi sebagai bek sayap akan membawa pengalaman yang lebih menarik dan menantang. Di tim Persija sendiri terdapat 2 pesaing Alfath, yakni bernama Rezaldi Hehanussa yang berada di bek kiri dan Ismed Sofyan yang berada di bek kanan.

Secara gamblang, Alfath mengatakan bahwa Ia sangat senang telah diberi kesempatan untuk bergabung bersama tim Macam Kemayoran. Hal tersebut tentu membuat para pendukung Persija semakin bersemangat untuk melihat performa terbaik yang akan diberikan Alfath. Jika kalian penasaran juga, maka carilah kunjungi website berita bola. Pasalnya dalam situs tersebut nantinya akan menginformasikan terkait jadwal pertandingan Persija.